Sabtu, 18 Agustus 2012

KOMPETISI DI HADAPAN TUHAN


“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah : 44)

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah : 46)

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu," (QS. Al Maidah : 48)

PESAN KEPADA SELURUH AHLI KITAB
Yang diperintahkan oleh "tuhan" adalah BERLOMBA LOMBA DALAM KEBAIKAN
karena sesungguhnya Islam, Yahudi, Kristen dan agama lainnya diberikan aturan masing masing dan jalan yang terang, menuju satu tujuan yaitu KEBAIKAN, lalu apa lagi yang harus diperdebatkan jika sesungguhnya KEBAIKAN adalah Allah, YHWH, Tuhan Bapa, Buddha, Sanghyang widi atau apapun namanya.

Maka, sudahkah kita menerima KEBAIKAN yang disaksikan? sehingga siapapun kita, apakah islam, yahudi, kristen atau agama apapun namanya, berhak untuk memohon SYAFAAT dan menjadi SAKSI kepada kitabnya masing-masing.

Silakan kaji dan amalkan kitab kita masing masing, maka kita akan menjadi sinergi yang luar bisa dalam upaya menyelamatkan diri kita, keluarga dan ummat manusia seluruhnya, sinergi dalam berlomba lomba menebar kebaikan
Continue lendo

Kamis, 16 Agustus 2012

Dalil-dalil Yang Mewajibkan Iman Kepada Kitab-Kitab Allah swt


“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya..” (QS. An Nisaa : 136)
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,” (QS. Al Maidah : 48)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah : 44)
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah : 46)
“Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (QS. Faathir : 31)

__________________________
Adm Kepsek SMP | Adm Kepsek SMA | Adm Kepala Madrasah
Toko Buku Adm | Buku Administrasi Sekolah | Buku Adm Guru
Kursus TPA | Kursus TPA Online | Tes Potensi Akademik
Soal UKG Online | UKG Online| ukgonline.com
Continue lendo

Sifat-Sifat Al Quran


Sifat-Sifat Al Quran
1. Nuur
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (QS. An Nisaa : 174)
2. Mubin
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (QS. An Nisaa : 174)
3. Huda
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)
4. Syiifa
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)
5. Rahmah
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)
6. Mau’idzah
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)
7. Basyir
“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.” (QS. Al Baqarah : 19)
8. Nazir
“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.” (QS. Al Baqarah : 19)
9. Mubarok
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran” (QS. Shaad : 38)

sumber: http://naunganislami.wordpress.com/2009/04/29/kitab-kitab-allah-swt-shuhuf-ibrahim-shuhuf-musa-zabur-taurat-injil-al-quran/
Continue lendo

Nama-Nama Lain Al Quran


Nama-Nama Lain Al Quran
1. Al Furqon
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” (QS. Al Furqaan : 1)
2. At Tanzil
“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),” (QS. Asy Syu’araa : 192-193)
3. Adz Dzikru
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr : 9)
4. Al Kitab
“Haa miim. Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dhukaan : 1-3)
5. Al Quran
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, ” (QS. Al Israa’ : 9)
Continue lendo

Kitab-Kitab Samawi Yang Disebutkan Di dalam Al Quran


1. Shuhuf Ibrahim
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”(QS. Al A’la : 14-19)
“Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?” (QS. An Najm : 36-37)
2. Shuhuf Musa
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”(QS. Al A’la : 14-19)
“Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?” (QS. An Najm : 36-37)
3. Taurat
“Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah : 53)
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,” (QS. Ali Imran : 3)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah : 44)
“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia.” Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya” (QS. Al An’am : 91)
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah : 46)
“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran : 48)
4. Zabur
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. An Nisaa : 163)
“Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna” (QS. Al Baqarah : 184)
“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS. Al Anbiyaa : 105)
“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al Israa’ : 55)
5. Injil
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,” (QS. Ali Imran : 3)
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah : 46)
“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran : 48)
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Fath : 29)
6. Al Quran
“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,” (QS. Al Baqarah : 2)
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf : 2)
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” (QS. Al Furqaan : 1)
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila.” Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.” (QS. Al Qalam : 51-52)
“Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (QS. Huud : 17)
“Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” (QS. Yunus : 37)
“Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fushshilat : 44)
Continue lendo

Siapa Sebenarnya Juru Selamat Dunia?


Oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto
Penerbit PERSATUAN Jln. KHA Dahlan 103, Yogyakarta, 1977

ISLAM YANG KUAT DAN PEMELUKNYA YANG LEMAH

   1. Telah berabad-abad lamanya umat  Islam  menduduki  posisi yang  lemah. Hal ini terutama karena penjajahan bangsa barat   dan disebabkan oleh kebekuannya dalam cara berfikir.  Bangsa    penjajah   berhasil   mengadu   domba   sesama   bangsa  dan    negara-negara Islam sehingga amat sukar mempersatukan mereka    dalam  satu  kerja  sama dan satu tujuan. Barulah pada akhir  abad ke 19 lahir kebangkitan umat  Islam  untuk  memperbaiki   posisinya  kembali.  Kebangkitan ini bermula pada penggalian    ajaran-ajaran Islam yang murni  yang  sekian  lama  tertutup    oleh   bid'ah   khurafat  dan  tahayyul,  oleh  pengkramatan    terhadap sesama manusia. Kemudian  diikuti  oleh  terbukanya    semangat  dan  kesadaran dakwah Islam serta amar makruf nahi    munkar, lalu menjelmalah semangat mencapai kemerdekaan bebas    dari  penjajah  bangsa asing dan penjajahan feodalisme. Maka    terbukalah pula hikmah untuk meningkatkan  ilmu  pengetahuan    serta hasrat untuk sejajar dengan lain-lain bangsa.

   2.  Kemerdekaan  berfikir yang dianjurkan Islam mulai nampak    bentuknya, antara lain dengan  penangkapan  yang  logis  dan   ilmiyah tentang ajaran-ajaran aqidah serta hikmah ibadah dan    seluruh aspek kemasyarakatan dari semua  ajaran  Islam  itu.    Maka  terbukalah  pintu-pintu diskusi dan pertukaran pikiran    mengenai   ajaran-ajaran   agama   Islam   sehingga    dapat    diselaraskan tengan kemajuan jaman dan kemajuan perkembangan    pikiran manusia. Segala syariat agama dapat dipahami  dengan    jelas,  juga  mengenai  kepercayaan dan i'tiqad. Berdasarkan    kesemuanya itu berkembang majulah  usaha-usaha  tabligh  dan    dakwah  dengan  cara  dan uraian yang praktis, sesuai dengan    kemajuan zaman lagi mudah diterima oleh akal,  tidak  berisi    dengan  dogma  atau kepercayaan yang dipaksakan. Dari ajaran    Islam yang telah  diungkapkan  ternyata  memancar  kesadaran    dakwah  dan  tabligh itu sebagai suatu kewajiban yang mutlak    bagi  setiap   orang   Mukmin   sesuai   menurut   kemampuan    masing-masing,  demikian pula anjuran untuk berdakwah dengan    kerja sama  dan  aturan  yang  rapih.  Ini  telah  mendorong    bangkitnya para muballighin dalam segala tingkatan, pria dan    wanita, tanpa  kecuali.  Mereka  untuk  mendapat  pelajaran,    tetapi  mereka  sengaja mendatangi sasaran dan tujuan dakwah    yang diperlukan. Dan inilah  yang  memang  dituntunkan  oleh    Rasulullah.

   3.  Hal-hal  khusus  yang perlu dikemukakan tentang kekuatan    dakwah yang terkandung dalam ajaran Islam ialah antara lain:

   a. Jika dalam agama Masehi hanya orang-orang  tertentu  yang
   diperkenankan  menyebarluaskan agama, maka dalam agama Islam
   setiap orang berkewajiban menyiarkan agamanya  walaupun  dia
   baru  mengetahui satu ayat Al-Quran saja. Ini ternyata jelas
   dalam sabda Nabi: "Sampaikanlah dari padaku  walaupun  hanya
   satu ayat."

   b. Berpuluh-puluh ayat dari firman Allah dalam Al-Quran yang
   memerintahkan berdakwah amar ma'ruf nahi munkar, antara lain
   Surat  Ali  Imran  ayat 104 yang memerintahkan kaum Muslimin
   untuk bertindak  dengan  membentuk  umat  terorganisir  guna
   melaksanakan kewajiban tersebut.

   c.   Jika   dalam   agama  Masehi  kehidupan  keagamaan  dan
   kesosialan pemeluknya diatur seluruhnya  oleh  gereja,  maka
   dalam   agama  Islam  hal  semacam  itu  tidak  ada.  Masjid
   merupakan tempat beribadah dan dapat  juga  digunakan  untuk
   memusyawarahkan   kepentingan  agama  dan  ummatnya,  tetapi
   masjid dan imamnya tidak menguasai kehidupan keagamaan serta
   kesosialan  umat.  Umat  Islam  bebas  untuk  bergerak dalam
   lapangan keagamaan dan kesosialan diluar pengaruh masjid dan
   imamnya.  Dengan  demikian  agama  Islam  dapat  lebih  jauh
   meresap dalam masyarakat.

   d. Jika dalam agama Masehi yang dapat menjadi pemimpin  atau
   imam  serta  khatib hanyalah pastor atau pendeta, maka dalam
   agama Islam setiap orang dapat bertindak sebagai  imam  atau
   khatib  asalkan mampu. Bahkan wanita diperkenankan bertindak
   sebagai imam dalam shalat jamaah khusus wanita.

   e.  Jika  dalam  agama  Masehi   terutama   agama   Katolik,
   mempersoalkan  masalah  kepercayaan adalah setengah tertutup
   atau tertutup, maka dalam agama Islam selalu  terbuka  pintu
   seluas-luasnya  untuk  bertukar  pikiran  atau mendiskusikan
   segala  ajaran  agama  termasuk  soal-soal  kepercayaan  dan
   hukum-hukum  agama.  Dengan demikian ilmu-ilmu agama menjadi
   meningkat dan berkembang. Ini lebih menarik perhatian  orang
   kepada Islam.

   f.  Ajaran Tauhid Islam yang jelas dan tegas tentang keesaan
   Allah dengan dalil-dalil naqli dan aqli, serta ajaran ibadah
   yang  praktis dan rasionil, demikian pula hukum keluarga dan
   kemasyarakatan yang lengkap.

   4. Apa yang diuraikan  diatas  adalah  kekuatan  yang  mampu    mendorong   perkembangan   tersiarnya  agama  Isiam  melalui    kegiatan para muballigh  dan  guru-guru  dan  bahkan  setiap    orang  mukmin.  Jadi  apabila  kekuatan itu digunakan dengan    sepertiganya dan kewajiban berdakwah  itu  dapat  diresapkan    kepada  seluruh  umat Islam, sesungguhnya usaha dakwah Islam    akan  mampu  menutupi  kekurangan  atau  kelemahan   tentang    pembeayaan,  tenaga  ahli  dan sebagainya. Organisasi dakwah    sebagai yang ada  sekarang  ini  kalauperlu  dapat  ditambah    menurut    bidangnya    masing-masing.   Koordinasi   antara    organisasi-organisasi  itu   diatur   dengan   lebih   rapi,    pendidikan  kader  muballigb ditingkatkan mutunya, kesediaan    dan tekad berdakwah lebih  disemangatkan,  pengumpulan  dana    dakwah   diaktifir  serta  dikampanyekan.  Kelompok-kelompok    diskusi dalam kalangan generasi muda dan  cendekiawan  lebih    sering   diadakan   yang   acaranya   penganalisaan  tentang    perbandingan agama. Juga  dialog  antar  agama  tidak  boleh    diabaikan.

   5.   Adapun   yang  terpenting  langkah  dakwah  sebagaimana    tersebut di atas adalah ditujukan untuk memberikan kesadaran    dan  pengetahuan tentang agama Islam kepada pemeluknya, agar    supaya mereka tidak akan sampai dapat  dialihkan  agamanya.    Di  samping  itu menyebarluaskan kebenaran i'tikad Islam dan    kemanfaatan ajaran Islam  bagi  kebangunan  dan  pembangunan    masyarakat.  Kemudian  membuktikan kebaikan ajaran Islam itu    dengan langkah dan usaha perbaikan sosial yang nyata. Dengan    perbentengan  semacam  itu  dapatlah semaksimal mungkin umat    Islam  diselamatkan  dari  langkah  kristenisasi  atau  dari    hal-hal   lain  yang  akan  mengalihkan  agama  mereka  atau    mengaburkan keislaman mereka.

Siapa Sebenarnya Juruselamat Dunia?
Oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto
Penerbit PERSATUAN Jln. KHA Dahlan 103, Yogyakarta, 1977

Sumber: http://media.isnet.org/antar/JuruSelamat/UmatLemah.html
Continue lendo

Millah Ibrahim

Ibrahim (Abraham) bukan beragama Yahudi (Yudaisme), Yahudi itu berasal dari kata "Yehuda", anak Yakub (Israel) yang notabene adalah cucu buyut Ibrahim. Tidak juga beragama Kristen, apalagi beragama Islam karena agama Islam baru muncul setelah Muhammad.

Ibrahim adalah bapa dari tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi
Continue lendo
 

Bai`at Syahadat Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates